Minggu, 26 Juni 2022

Analisis langkah pemerintah dalam mengurangi resiko bencana

 

Sesuai dengan artikel diatas, banjir rob yang terjadi di semarang, jawa tengah tidak hanya terjadi sekali. pemerintah kota semarang mengaharapkan 5 proyek yang dapat mengurangi resiko banjir diatas. 

"Sebanyak dua dari lima proyek itu adalah pembangunan Tol Semarang - Demak dan Harbour Tol Semarang - Kendal. Kedua jalan tol tersebut akan berfungsi sebagai tanggul laut. Selain itu akan ada pembangunan tanggul laut di sepanjang pesisir Tambak Lorok, Kota Semarang yang diproyeksikan akan selesai 2023. Proyek lain adalah peninggian elevasi Jalan Arteri Yos Sudarso untuk melindungi wilayah pusat kota dan penanganan tanggul yang ada dalam wilayah Pelabuhan Nasional Tanjung Emas" 

- Dikutip dari artikel kompas.com

Setelah ditelurusi banjir dan genangan di kota Semarang terjadi akibat topografi daerah yang memang daerah dataran yang mengalami land subsidence (penurunan tanah). selain itu sisi bagian selatan kota merupakan daerah pegunungan yang begitu dekat. hal ini menjadikan masyarakat resiko bencana. seringnya terjadi banjir terdapat dua hal. 1) kiriman air dari hulu, 2) air rob dari laut.  

Langkah pemerintah kota semarang ini sudah cukup baik. namun, ini fokusnya hanyalah mengatasi masalah resiko banjir yang dari laut. sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh budinetro, dkk. dalam penelitiannya mengenai STRATEGI PENGENDALIAN BANJIR KOTA SEMARANG. beliau memaparkan bahwa Penanggulangan banjir dan rob di Kota Semarang bagian Utara dengan dam lepas pantai (DLP) Tipe Semi Terbuka pada Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB), dan Pelabuhan dengan Kombinasi Polder dan Tanggul Laut, adalah metode penggulangan banjir struktural yang hasil langsung dapat dinikmati masyarakat Semarang, tetapi untuk keberlanjutannya tetap diperlukan metode penggulangan banjir non-struktural, yang memerlukan keterlibatan masyarakat. 

selain itu pemerintah seharusnya juga menyiapkan kemungkinan banjir kiriman dari hulu. resiko ini juga cukup tinggi hal ini bisa di wujudkan dengan pembangunan dam pengendali banjir, normalisasi sungai, dan tanggul banjir.  

___________________________________________________________________________________

Pustaka:

Budinetro, H. S., Rahayu, S., Praja, T. A., Junarsa, D., & Taufiq, A. (2012). STRATEGI PENGENDALIAN BANJIR KOTA SEMARANG

___________________________________________________________________________________

UAS Masyarakat resiko

Puja Agung Dewantoro

19413241040

B/2019 

Share:

Senin, 04 April 2022

Pentingnya penanaman pengetahuan mengenai Mitigasi dan Manajemen Bencana pada masyarakat

 

Nama   : Puja Agung Dewantoro

NIM    : 19413241040


Indonesia merupakan negara dengan kejadian bencana alam yang sering terjadi pada berbagai wilayahnya. Jenis bencana yang terjadi pun dapat sangan bervariatif, sesuai dengan lingkungan di sekitarnya. Bencana alam ini tentu saja menimbulkan berbagai permasalahan dan kerugian setelahnya yang tidak sedikit. korban jiwa, rusak dan hilangnya harta, rusaknya infrastruktur, lingkungan hidup rusak, dan trauma bagi korban yang berhasil selamat.

Bencana ini jika kita terus saja merespon Ketika sudah terjadi, maka akan terus mengalami kerugian. Maka dari itu untuk mengurangi resiko dampak bencana alam telah di atur dalam undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penganggulangan Bencana. Undang-undang ini telah membawa perubahan paradigma dalam pengelolaan bencana di Indonesia. Paradigma yang dahulu lebih bersifat responsif atau tanggap darurat dalam menangani bencana sekarang diubah menjadi suatu kegiatan bersifat preventif, sehingga risikonya dapat diminimalisir (mitigasi) (Faturahman, 2018).

Mitigasi bencana bukan hanya peran yang dilakukan pemerintah saja, seluruh masyarakat Indonesia dapat berperan dalam mitigasi bencana. Untuk dapat melakukan mitigasi bencana perlu adanya manajemen mitigasi bencana. Menurut Nuraeni dkk. Dalam mitigasi bencana dilakukan dengan dua pendekatan: (1) pendekatan struktural merupakan upaya mitigasi bencana melalui pembangunan prasarana fisik dan pemanfaatan teknologi; (2) pendekatan non-struktural merupakan upaya mitigasi bencana melalui pembuatan kebijakan atau peraturan tertentu. Pendekatan non-struktural dapat juga dilakukan dengan kegiatan partisipasi dari masyarakat dalam menghadapi bencana, dipercaya memiliki pengaruh positif dalam mitigasi bencana (Nuraeni, Mujiburrahman, & Hariawan, 2020).

Melalui pendekatan non-struktural dengan kebijakan penanaman mitigasi bencana dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Penanaman kepada masyarakat dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Pendidikan bencana khususnya pada kelompok paling rentan (anak-anak) adalah suatu keharusan. Dalam penelitian oleh yudiawan Tahapan dalam mengelola bencana dapat dikelompokkan kedalam 6 tahapan antara lain: 1) Tahap prabencana; 2) Tahap peringatan dan ancaman bencana; 3) Kejadian bencana dan dampaknya; 4) Tanggap darurat; 5) Tahap rekonstruksi; 6) Tahap pembelajaran bencana. (Yudiawan, 2020)

Pada tahap prabencana siswa usia sekolah hingga usia produktif perlu diberi penanaman mengenai mitigasi bencana, mengenali gejala bencana, dan mengatasinya. Hal ini dapat memberikan pengurangan dampak terjadinya bencana. Kelebihan lain jika masyarakat sudah menyadari akan mitigasi bencana adalah kearifan lokal yang melekat. Seperti yang kita tahu, lingkungan di sekitar bergantung pada kebiasaan masyarakatnya. Kearifan yang melekat pada masyarakat, lingkungan yang cukup di kenali sangat membantu Ketika evakuasi maupun kalkulasi. Pengetahuan lokal yang lebih di ketahui masyarakat akan sangat membantu petugas Ketika sebelum, selama, dan pasca bencana. Hakikat dari pengurangan resiko bencana adalah konsep dan praktik melalui upaya sistemaits untuk menganalisis dan mengurangi faktor penyebab bencana. (nazzaruddin, rahman, & Muzayin, 2020)

Itulah pentingnya menanamkan ilmu mengenai kebencanaan pada masyarakat. Dimulai dari satuan terkecil yaitu Pendidikan anak hingga masyarakat luas yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Dengan ini pemerintah dapat lebih ringan dalam menghadapi bencana dan masyarakat siap Ketika suatu bencana dating secara tiba-tiba.

Referensi

Faturahman, B. M. (2018). KONSEPTUALISASI MITIGASI BENCANA MELALUI PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK. PUBLISIA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik , 122.

nazzaruddin, rahman, a., & Muzayin. (2020). Book Series Manajemen Bencana Volume 1: Pengetahuan dan Praktik Lokal untuk pengurangan risiko bencana. banda aceh: Syiah Kuala University press.

Nuraeni, N., Mujiburrahman, M., & Hariawan, R. (2020). Manajemen Mitigasi Bencana pada Satuan Pendidikan Anak Usia. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan:, 68-79.

Yudiawan, A. (2020). MITIGASI BENCANA:. Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 112-124.

 

 

Share:

Kamis, 11 Februari 2021

(BDR) Belajar dari Rumah

Belajar dari rumah sudah tidak lagi asing di telinga kita semua. mulai dari siswa SD sampai mahasiswa harus belajar secara online karena ancaman kesehatan virus corona. Hal yang membuatnya menjadi sangat darurat dikarena penyebaran virus yang sangat cepat. Sehingga kita tidak diberi ruang untuk bergerak bebas dan semuanya di batasi. Kita harus mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain melindungi diri sendiri kita juga harus bersama melindungi orang tersayang disekitar kita. 

Dampak yang sangat dirasakan oleh berbagai pelajar di Indonesia adalah kebijakan belajar dari rumah. Pembatasan keluar rumah membuat banyak kegiatan harus dilakukan dari rumah. apakah belajar secara online ini efektif untuk dirumah? 

Saya bertanya kepada salah satu siswa SMA di Temanggung, jawa Tengah. Apa saja keluh kesahnya selama hampir satu tahun belajar online. Dia mengeluhkan tentang banyaknya tugas, dimana seminggu bisa sampai 10 tugas. Ketika sudah ada tugas guru tidak mengajak webmeeting atau sejenisnya. walau banyaknya tugas, dia mengakui jika nyaman dengan belajar dari rumah ini. Waktu yang di pakainya terasa lebih efektif dan merasa lebih capek jika bersekolah. Hal ini berarti bahwa dia sudah bisa melakukan manajemen waktu secara mandiri. Ia menjelaskan bahwa ketika tidak ada zoom meeting di harapkan guru membuat media pembelajaran yang lebih efektif, bukan hanya memberikan link youtube atau Web. Tetapi, materi dengan bahasa sederhana yang dengan mudah dapat mereka pahami. Dalam pelaksanaan belajar dari rumah peran guru tetaplah penting. Media belajar siswa harus di fasilitasi juga oleh guru dengan komunikasi yang sedikit lebih jelas dan mudah di pahami. 

saya diberikan link media pembelajaran yang di berikan oleh guru mereka. seperti video dan podcast. saya akan drop linknya di bawah ini ya.

Podcast 

Video --->>> 


dari cerita diatas guru tetap memiliki peran penting walau diterapkannya Belajar Dari Rumah. ketika siswa belajar dirumah, mereka tidak selalu di awasi oleh orang tuanya. sehingga sangat mungkin murid mengabaikan kegiatan atau pembelajaran dari guru-guru mereka. pemberian tugas saja tidak efektif, bahkan bisa memberikan beban tambahan dan menurunkan motivasi. 

pembelajaran dari rumah ini menjadi tantangan bagi guru Indonesia yang sanagat berat, karena guru diminta untuk bisa menjelaskan materinya dengan semua keterbatasan yang ada. Hal penting yang pertama adalah membuat mereka mau belajar, Penanaman nilai bahwa belajar bukan sekedar hal-hal formal dan nilai saja. Guru bisa memberikan media pembelajaran yang kreatif seperti diatas agar para siswa dapat memahami pembelajaran dengan lebih mudah. Ketika siswa dapat dengan mudah memahami pembelajaran mereka akan menjadi lebih semangat. Walau sekarang serba terbatas, semangat dan kreatifitas tidak boleh di batasi. 

Share:

Minggu, 10 Januari 2021

Perubahan Hukum dan Sosial Indonesia Masa Pandemi Covid-19

 


(Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5323058/karawang-dan-depok-siaga-1-covid-19-begini-titik-sebarannya)


Pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari 9 bulan di indonesia. Virus ini mampu memberikan penluaran yang sangat cepat jika berada dekat dengan orang yang terinfeksi. Selain itu virus dapat memberikan penyakit yang lebih parah jika kondisi individu sudah kurang sehat. Banyak penduduk indonesia sudah terinfeksi dan meninggal.

Dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini indonesia melakukan banyak perubahan atau penambahan hukum. Perubahan dan penambahan hukum ini ada untuk mengatur seluruh lembaga masyarakat dan mengajak masyarakat untuk bersama melawan virus.

penularan antar manusia (human to human), yaitu diprediksi melalui droplet dan kontak dengan virus yang dikeluarkan dalam droplet. Penularan ini terjadi jika terdapat kontak erat dengan orang yang terinfeksi covid-19. Sehingga ada peraturan untuk menegakkan protokol kesehatan dalam keidupan sehari-hari[pa1] 

dalam Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disesase (COVID-19) yang Diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). pelaksanaan protokol kesehatan yang efektif untuk masyarakat.

Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat. Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi: melakukan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer jika tangan tidak terlihat kotor atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat kotor; menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut; terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah; pakailah masker yang tebal dan dapat menahan droplet; menjaga jarak (minimal 1 m) dan menghindari kerumunan.[pa2] 

Melihat perubahan ini masyarakat banyak yang merubah kehidupannya selain itu dampaknya juga menjalar dalam berbagai aspek kehidupan. Bidang perekonomian yang memburuk, pendidikan yang harus di buat secara daring dan pariwisata yang menjadi sepi.

Pemerintah tentu saja ingin agar masyarakatnya dapat patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Tetapi dalam implementasinya banyak masyarakat yang tidak peduli akan hal tersebut. Disinilah hukum itu harus bisa berfungsi.

Hukum sebagai fungsi kontrol masyarakat dijalankan sesuai dengan fungsinya. Protokol kesehatan menjadi hal yang wajib bagi seluruh masyarakat. Sebagai contoh di DKI Jakarta anies mengatakan "Semua orang wajib menggunakan masker ketika berkegiatan ke luar rumah," Kamis (9/4/2020).

Hal ini tercantum dalam Peraturan Gubernur No 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB di Wilayah DKI Jakarta dalam Bab IV terkait dengan pelaksanaan umum PSBB dan Bab V terkait dengan hak dan kewajiban warga.[pa3] 

Disini hukum benar-benar di tegakkan. Pelanggar protokol kesehatan dapat kena denda hingga pidana. Hal ini juga berlaku kepada penimbun alat medis pada masa awal covid-19.

L. Pospisil mengungkapkan dasar-dasar hukum adalah suatu tindakan yang berfungsi sebagai sarana pengendalian sosial. Dengan hukum yang diberikan dari pemerintah pusat dan menurun hingga peraturan Gubernur digunakan agar masyarakat tertib menjalankan protokol kesehatan. Peraturan ini juga dikuatkan dengan sanksi bisa denda atau kurungan. Peraturan pemerintah ini diiringi oleh kewajiban yang dilakukan oleh masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan dan pemerintah memberikan jaminan kesehatan dan penanganan kepada masyarakat yang terjangkit.

Hukum yang diterbitkan oleh pemerintah ini demi kepetingan bersama dalam memerangi covid-19 agar kita bisa segera hidup normal kembali. Mari bersama kita tegakkan protokol kesehatan, mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Bersama kita bertahan dari corona virus disase.

Refrensi :

 [pa1]Handayani, D., Hadi, D. R., Isbaniah, F., Burhan, E., & Agustin, H. (2020). Corona Virus Disease 2019. Jurnal Respirologi Indonesia, 40(2), 119-129.

 [pa2]Isbaniah, F. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19).

 [pa3]Rahardyan, A. (2020). Langgar Wajib Pakai Masker di Luar Rumah, Kena Pidana atau Denda? Jakarta: Kabar24.

Share:

Selasa, 10 November 2020

Kota kecil Temanggung

 Tugas Sosiologi Perkotaan

Dalam UU Penataan ruang No.25 tahun 2007, dijelaskan bahwa kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. dalam hal ini termasuk fasilitas umum dan publik harus memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. 

dikutip dari : 
(https://www.instagram.com/p/CAUMRXYAIix/
?utm_source=ig_web_copy_link)

Pembahasan pada postingan kali ini adalah wilayah perkotaan kabupaten temanggung. Kabupaten temanggung dikenal dengan pertanian tembakau dan kopi, selain itu tempat wisata di kabupaten ini juga cukup diminati. Kabupaten Temanggung merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dengan Batas-batas wilayah administrasi Kabupaten Temanggung yaitu Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang; Selatan : Kabupaten Magelang; Barat : Kabupaten Wonosobo; Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. 


Tata ruang kota temanggung mengikuti teori inti ganda. teori ini menjelaskan bahwa tata ruang kota memiliki struktur yang kompleks. begitu juga temanggung, dimana ada di sekitar daerah industri terdapat pemukiman pekerja. selain itu ada beberapa inti kota dalam satu kabupaten. dalam satu kabupaten temanggung terdapat 2 bagian kota yaitu temanggung dan parakan. Kota temanggung juga di kenal dengan budaya yang di lestarikan seperti kuda lumping. temanggung yang merupakan kota kecil sektor pertanian memberikan kontribusi pada kondisi ekonominya.

Dikutip Dari : (http://sippa.ciptakarya.pu.go.id)
Grafik disamping menunjukkan besar kontribusi berbagai sektor yang ada di kabupaten temanggung. sektor jasa sudah bisa sampai 16% dan kontribusi dari sektor industri 18% sedangkan sektor pertanian 30%. hal ini menunjukkan banyaknya masyarakat bekerja diluar sektor pertanian. 

kemudian, temanggung juga memiliki keindahan alam ketika cerah walau berada di lingkungan perkotaan, berikut ini video kecamatan parakan. kabupaten temanggung.

Dikutip Dari : (https://www.instagram.com/p/
CETe4jLpCwb/?utm_source=ig_web_copy_link)

Kota ini memiliki transportasi publik yang baik antar kecamatan. perkotaan masih banyak bus beroperasi da juga angkutan desa. moda transportasi ini diminati oleh masyarakat dan pelajar. hal ini memudahkan dalam mencapai tujuan ke sekolah dengan hemat dan efisien.

Referensi :
http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_f72235940c_BAB%20IIBAB%202%20Profil%20Wilayah%20Kab%20Temanggung%20RPI2JM_rev.pdf

Jamaludin, A. N. (2015). Sosiologi perkotaan: memahami masyarakat kota dan problematikanya.


Share:

Minggu, 25 Oktober 2020

Sosiologi Perkotaan

Perkenalkan saya Puja Agung Dewantoro dari Pendidikan Sosiologi UNY 2019. pada postingan kali ini akan memaparkan beberapa hal mengenai sosiologi dan kondisi lingkungan kota yang terbagi menjadi empat poin yaitu Hubungan Sosiologi denga Wilayah Kota; Teori Perkembangan Kota dan Relevansinya dengan kondisi saat ini; Proses Sosialisasi Perkotaan; Bentuk Kota Administrasi menurut Koentjaraningrat.

Sumber : (https://image-cdn.medkomtek.com/MoALsh3nsGlWIVxIsoy0iHCqH8g=/1200x675/smart/klikdokter-media buckets/medias/2302273/original/005784000_1544776542-Gangguan-Tidur-di-Kota-Besar-Bisa-Akibat-Kondisi-Ini-By-J.-Henning-Buchholz-Shutterstock.jpg)


1.     Hubungan Sosiologi denga Wilayah Kota

               Ilmu Sosiologi mengkaji dan menganalisis tentang kehidupan manusia bermasyarakat. Lebih dalam untuk mengetahui struktur sosial yang berlaku, pola sosial, organisasi sosial dan lainnya. Dalam wilayah kota terdapat masyarakat yang cukup kompleks dengan kepadatan penduduk, sifat heterogen, dan spesialisasi pekerjaan. Hubungan disiplin ilmu sosiologi ini guna mengetahui pola-pola sosial, organisasi yang terbentuk dari perilaku masyarakat, dan kesuluruhan tentang kehidupan masyarakat kota. Sosiologi dapat digunakan untuk mengetahui gejala sosial yang didalamnya ada interaksi sosial. Termasuk pada penyebab-penyebab permasalahan sosial yang ada.

2.      Teori Perkembangan Kota dan Relevansinya dengan kondisi saat ini

               Teori Sewa Tanah (Von Thunen) Teori perkembangan kota ini menjelaskan bahwa tanah yang semakin dekat dengan pusat kota harganya akan semakin tinggi. Karena hal ini maka pemanfaatan tanah dekat kota digunakan untuk kegiatan menghasilkan dengan keuntungan tinggi. Semakin dekat dengan pusat kota maka kegiatannya lebih kepada usaha bidang jasa dan perdagangan.

                Melihat dari teori ini masih berlaku untuk keadaan sekarang. Tanah-tanah yang dekat dengan pusat-pusat kegiatan akan semakin mahal. Seperti lingkungan universitas, industri, pusat bisnis, dan wisata. Hal ini karena tanah tersebut dapat nilai lebih untuk kegiatan ekonomi. Semakin dekat dengan kota besar juga akan lebih mahal seperti jakarta, bandung, surabaya, dan kota lain.

3.      Proses Sosialisasi Perkotaan           

               Manusia lahir dan berkembang dalam sebuah keluarga, ketika lahir belum ada hal yang kita tahu dan kelompok pertama yang kita kenal adalah keluarga. Dalam pertumbuhan manusia belajar dan berinteraksi mulai dari keluarga, sekolah, lalu masyarakat. Proses sosialisasi sebagai penanaman nilai, norma dan kebiasaan yang terjadi dari genereasi ke generasi. Proses belajar tentang diri dan lingkungan ini dalam perkotaan terjadi dalam 3 lingkup Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat.

               Pada masyarakat kota sosialisasi di lingkungan keluarga banyak yang mengalami peregangan dan gap orang tua dengan anak. Hal ini terjadi karena adanya teknologi membuat masing-masing sibuk akan dunianya. Sehingga waktu yang seharusnya orang tua dengan anak berinteraksi menjadi berkurang. Hal ini dapat membuat sosialisasi tidak sempurna dalam lingkungan keluarga. Lalu anak mendapatkan proses sosialisasinya dari teman-temannya di sekolah. Dalam sekolah proses penanaman nilai dan norma di barengi dengan transfer ilmu. Selain berinteraksi antara temen sebaya anak juga dapat berinteraksi dengan guru sehingga menjalin proses aktualisasi diri. Lingkup terakhir dalam proses sosialisasi seseorang terjadi di masyarakat. Dalam masyarakat terdapat sistem dengan banyak komponen dengan heterogenitas tinggi. Innteraksi asosiatif dan disosiatif dapat terjadi di masyarakat. Dalam bermasyarakat juga wajib patuh hukum yang berlaku hal ini demi menciptakan tujuan kolektif yaitu keadaan lingkungan baik sosial dan alam.

 

Bolos, Puluhan Pelajar Kota Santri Terjaring Razia

“Jombang – Puluhan pelajar di Jombang terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika asik nongkrong di warung free wifi dan tempat-tempat game online. Merekapun kemudian dibawa kantor Pol PP untuk di data dan diberi pengarahan.”

(Rachman, 2018)

               Dalam Berita diatas memperlihatkan bagaimana pelajar membolos sekolah untuk bermain game online. Banyak diantara mereka ditemukan di tempat nognkrong maupun tempat penyewaan game pada saat jam sekolah.

               Kejadian diatas menjadi salah satu bentuk penyimpangan sosial yaitu kenakalan remaja. Anak-anak dengan masa transisi atau mulai remaja memiliki emosi yang gampang terpengaruh akan dunia luar. Sehingga, sering terjadi penyimpangan salah satunya membolos. Perilaku membolos ini perlu mendapat perhatian penuh dari berbagai pihak. Bukan saja hanya perhatian yang berasal dari pihak sekolah, melainkan juga orang tua.

              

4.      Bentuk Kota Administrasi menurut Koentjaraningrat   

Kota administrasi menurut Koentjaraningrat merupakan bentuk baru kota karena masuknya bangsa eropa ke indonesia. Susuanan dari kota ini umumnya berkisar di sekeliling sebuah lapangan atau alun-alun. Di dekat nya terdapat daerah pemukiman kepala pemerintahan dan gedung penting. Contohnya Temanggung. Alun-alun temanggung di kelilingi oleh gedung penting seperti Kantor DPRD, Masjid, Pendopo pemerintahan, pusat perbelanjaan, taman, dan juga Lapas.

 

 

Refrensi  :

Rachman, T. (2018). Bolos, Puluhan Pelajar Kota Santri Terjaring Razia. Jombang: Akurasinews.com.

Destiana, N., Basar, G. G. K., & Humaedi, S. (2016). Hubungan Cara Mengasuh Oleh Orang Tua Terhadap Perilaku Membolos Pelajar SMA. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1).

Jamaludin, A. N. (2015). Sosiologi perkotaan: memahami masyarakat kota dan problematikanya.

Pandaleke, A. (2015). Sosiologi Perkotaan. Bogor: Maxindo Internasional.

 

Share:

Selasa, 03 September 2019

Resensi sejarah aksara jawa



Judul buku : sejarah aksara jawa
Pengarang : djati prihantono
Penerbit : java litera
Cetakan : cetakan pertama
Tebal buku : 78 halaman

Didalam buku ini di ceritakan sejarah aksara jawa. Mulai dari etimologi dan legendanya aksara jawa yang dulunya itu masih di sebut aksara pallawa lalu munculnya aksara hanacaraka baru yang kita gunakan sekarang di pendidikan formal. Bahkan asal usul dari hanacaraka di ceritakan.

Penempatan layout buku menarik dan tidak membosankan dengan font khas buku ini menjadi buku yang menyenangkan untuk mempelajari sejarah aksara jawa karna juga di tuliskan penulisan aksara yang benar.dan bisa di temukan di perpustakaan UNY

Share:

Rabu, 16 Agustus 2017

Contoh Pidato kemerdekaan Bahasa Jawa

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Poro rawu sedoyo ingkang kulo hormati.
Ing dalem wakdal ingkang berbahagiya niki, monggo kulo lan panjenengan sedoyo ngucapaken raos syukur dumateng ngersa-nipun Allah swt. ingkang sampun maringi nikmat lan rahmatipun arupi sehat badan, lan nikmat ingkang langkung niku inggih meniko arupi nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia. Lan dinten niki kito sedoyo ngengeti dinten ulang tahunipun ingkang kaping;……Mugiyo bangsa Indonesia niki langkung jaya lan raos tenterem, adil lan makmur.
Shalawat lan salam mugiyo tetep dipun paringaken dumateng nabi kito Muhammad saw., keluarganipun, poro sahabatipun, ugi kaum muslimin sedoyo ingkang estu-estu purun ngelampahi ajaran-ajaran Islam ing dalem gesangipun. Mugi-mugiyo kito sedoyo dados umat beliau ingkang purun ngelampahi ajaran Islam kanti leres lan estu-estu ing dalem gesang niki.
Poro rawuh sedoyo ingkang kulo hormati.
Ing dalem wakdal ingkang berbahagiya niki, monggo kito sedoyo raos syukur ateges ngelampahi nopo ingkang sampun dipun paringaken bangsa Indonesia arupi kemerdekaan niki. Kito sedoyo selaku generasi ingkang nerusaken perjuanganipun, monggo kito isi kemerdekaan niki kelawan pinten-pinten kegiatan ingkang saget menunjang kualitas kito sedoyo ing antawisipun inggih meniko arupi nggiatno lan sregep anggenipun belajar lan lintu-lintunipun.
Lan kito sedoyo sampun sumerap, mbok beleh saben tahun kito tepatipun wulan Agustus ngengeti dinten ulang tahunipun. Sedoyo niku ngerupekaken kangge ngenang malih peristiwa lan pinten-pinten kedadosan wakdal semanten. Semanten ugi kito dados tiyang Islam ngerupekaken kewajiban nggali pinten-pinten nikmat ingkang sampun dipun paringaken dumateng kito sedoyo lan ugi dumateng sedoyo bangsa Indonesia.
Nikmat arupi kemerdekaan ingkang sampun dipun paringaken dumateng kito sedoyo khususipun lan sedoyo bangsa-bangsa Indonesia umumipun niku ngerupekaken setunggaling nikmat ingkang paling ageng selaku bangsa Indonesia. Saking niku kemerdekaan meniko kedah estu-estu kito sedoyo syukuri. Keranten saget kito sedoyo raosaken ngantos nyogoh-nyogoh lan putu lan ugi dateng sakterusipun. Kados dawuhipun Allah inggih meniko artosipun :
“Menawi kito sedoyo gelem syukur atas nikmat-nikmat Allah, mongko ditambahi dening Allah. Lan ananging menawi kito niku ingkar nikmat-nikmat Allah, mongko kito bakal angsal adzabipun Allah ingkang langsung Maha Dahsyat.”
Poro rawu sedoyo ingkang kulo hormati.
Kito kedah nyumerapi, Allah swt. nyiptakaken menungso wonten ing dunyo niki supoyo mados sangu ing kemerdekaan lan kebebasanipun niku boten wonten lintu supados dados umat ingkang bertakwa ingkang purun ngajak dumateng kesahenan. merintah marang ingkang sahe lan nyegah saking keawonan. Milo saking niku, insya Allah kelawan ngelampahi kados niku negari bade langkung cepet nuju ingkang dipun cita-cita-aken dados negari ingkang aman lan tenterem, adil lan makmur sedoyo masyarakatipun. Kados dawuhipun Allah swt. wonten Al Qur’an. serat Al A’raaf, ayat 96, ingkang artosipun :
“Lan Lamon penduduk deso utowo negoro iku podho iman lan takwa marang Allah, Allah bakal nurunaken berkah (rizeki songko langit lan bumi, nanging menowo penduduk deso mahu podho durhoko, ngelakoni lelampahan maksiyat, lan ngelakoni lelampahan-lelampahan doso, Allah bakal nurunaken sikso marang penduduk mahu, koyo mengkono iku keran-ten lelampahanipun deweke kabeh.”
Poro rawuh sedoyo ingkang kulo hormati.
Mugiyo kito sedoyo saget ngisi kemerdekaan niki kelawan kesahenan.Wasana, cekap semanten atur kula. Bilih wonten klenta-klentu anggenipun kula matur, nyuwun pangapunten.
Akhirul Kalaam.
Wassalamu’alaikum Warahma-tullahi
Share:

Kamis, 10 Agustus 2017

HARMONISASI DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

HARMONISASI DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA


DAFTAR ISI
I.                    Pendahuluan
Pengertian............
II.                 Pembahasan Materi
A.    Permasalahan Keberagaman Masyarakat Indonesia
1.     Bentuk-Bentuk Konflik Masyarakat Indonesia.........
2.     Penyebab Konflik............
3.     Akibat Konflik dalam Masyarakat....
B.     Upaya Menyelesaikan Konflik yang Muncul dalam Kebergaman Mayarakat..............................
III.               Penutup
Kesimpulan............
IV.              Lampiran-Lampiran
Daftar Pertanyaan..........................



















   I.            Pendahuluan
Keberagaman atau kebhinnekaan merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia yang meliputi kebhinnekaan suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Kebhinnekaan yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi, karena hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah, baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman, karena dengan adanya kebhinekaan mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat dan lepas kendali, mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang amat sempit yang sewaktu waktu dapat menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, segenp warga negara mesti mewaspadai ancaman tersebut.  
Dikutip dari: paket halaman 104
II.            Pembahasan Materi
A.     Permasalahan Keberagaman Masyarakat Indonesia
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beraneka ragam karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbeda-beda. Keberagaman masyarakat kita merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman ini juga menjadi daya tarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia. Keberagaman ini semakin menarik dengan letak geografis dan keindahan alam Indonesia. Keberagaman ini merupakan anugerah Tuhan yang maha kuasa, yang patut dihargai. Oleh karena itu, kita wajib selalu bersyukur atas anugerah ini, dengan selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Keberagaman masyarakat memiliki potensi yang menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat. Salah satu karakteristik keberagaman adalah adanya perbedaan.

1.      Bentuk Konflik Pada Masyarakat Indonesia
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih, salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihat lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dalam masyarakat dapat dikelompokan berdasarkan tingkatannya, yaitu konflik idiologi dan konflik politik. Konflik ideologi terjadi karena perbedaan ideologi dalam masyarakat. Contoh konflik ideologi adalah peristiwa G 30 S/PKI yang merupakan penolakan bangsa Indonesia terhadap ideologi komunis. Konflik politik merupakan pertentangan yang disebabkan perbedaan kepentingan dalam memperoleh kekuasaan atau merumuskan kebijakan pemerintah. Contoh nyata konflik politik antara lain bentrokan akibat proses pemilihan umum, bentrokan menolak kebijakan pemerintah atau menuntut sesuatu.
Berdasarkan jenisnya, berikut uraian konflik berdasarkan jenisnya :
a.                   Konflik antarsuku , yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Contohnya, konflik pada masyarakat suku pedalaman. Konflik tersebut perlu mendapat perhatian serius dari semua kalangan karena jika tidak, dapat mengakibatkan terjadinya tinak kekerasan.
b.                   Konflik antaragama ,yaitu pertentangan antara kelompok yang memiliki keyakinan atau agama yang berbeda.
c.                   Konflik antarras ,yaitu pertentangan antara ras yang satu dengan ras yang lain.
d.                   Konflik antargolongan ,yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan dalam masyarakat. Contohnya, golongan buruh yang menuntut perbaikan upah kepada pemerintah maupun perusahaan.
Dikutip dari: paket halaman 105-106 dan lks halaman 118

2.                  Penyebab Konflik dalam Masyarakat
Konflik dalam masyarakat bukan merupakan proses yang terjadi secara tiba – tiba. Gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.
a.Tidak adanya persamaan pandangan antarkelompok , seperti perbedaan tujuan , cara melakukan sesuatu ,dan sebagainya.
b. Norma – norma sosial tidak berfungsi dengan baik , sebagai alat mencapai tujuan
c.Adanya pertentangan norma – norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingunan bagi masyarakat.
d.Sanksi terhadap pelanggar atas norma tidak tegas atau lemah.
e.Tindakan anggota masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma yang berlaku
f. Terjadi proses disosiatif , yaitu proses yang mengarah pada persaingan tidak sehat ,tindakan kontroversional dan pertentangan.

     Beberapa gejala dalam masyarakat yang memiliki potensi menjadi penyebab konflik sosial antara lain sebagai berikut .
a.                   Gejala menguatnya etnosentrisme kelompok . Etnosentrisme berasal dari kata etnos yang berarti suku sedangkan sentrisme berarti titik pusat. Dengan demikian, etnosentrisme memiliki arti perasaan kelompok dimana kelompok merasa dirinya paling baik, paling benar, paling hebat sehingga mengukur kelompok lain dengan nila dan norma kelompoknya sendiri. Sikap etnosentrisme tidak hanya terdapat dalam kelompok suku, namun juga terdapat dalam kelompok lain seperti kelompok pelajar,partai politik,pendukung tim sepakbola dan sebagainya.
b.                   Stereotip terhadap suatu kelompok.
Yaitu anggapan yang dimiliki terhadap suatu kelompok yang bersifat tidak baik.Stereotip ini dapat terjadi terhadap kelompok agama,suku,ras,maupun golongan,sepertigeng sepeda motor,kelompok remaja tertentu,organisasi kemasyarakatan,dan sebagainya.Stereotip mengakibatkan sikap prasangka terhadap suatu kelompok sesuai dengan anggapan negatif tersebut.
c.                   Hubungan antarpenganut agama yang kurang harmonis.
Berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing adalah keharusan,namun kita tidak boleh memaksakan suatu keyakinan kepada orang lain.Keberagaman agama dapat menimbulkan perbedaan dalam mengatasi suatu persoalan dalam masyarakat.
d.                   Hubungan antara penduduk asli dan penduduk pendatang yang kurang harmonis.
Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat yang beragam.Ketidakharmonisan dapat terjadi dengan diawali rasa ketidakadilan dalam bidang ekonomi,politik,ketersinggungan,keterbatasan ekonomi,dan sebagainya.
Beberapa penyebab konflik dalam masyarakat antara lain :
1.                   Perbedaan Antarindividu
Perbedaan antarindividu contohnya perbedaan pendapat,tujuan,
keinginan,dan pendirian.Perbedaan individu ini dapat menjadi sumber terjadinya konflik dalam masyarakat.
2.                   Benturan Antarkepentingan
Benturan antarkepentingan diantaranya kepentingan ekonomi,politik,
maupun ideologi. Keterbatasan sumber daya,perebutan tempat usaha,persaingan pekerjaan merupakan contoh faktor ekonomi yang sreing kali menimbulkan konflik dalam masyarakat.
3.                  Peruahan sosial yang terjadi secara cepat dan mendadak dapat pula menimbulkan ketidaksiapan masyarakat menerima perubahan.
4.                  Perbedaan kebudayaan yang mengakibatkan perasaan kelompoknya (in group) dan bukan kelompoknya  (out group). Perbedaan kebudayaan sering kali diikuti oleh sikap etnosentrisme.
Dikutip dari: paket halaman 108-109

3.                  Akibat yang Ditimbulkan oleh Terjadinya Konflik
Konflik dalam masyarakat memiliki akibat positif dan negatif, baik secara perseorangan maupun kelompok. Salah satu akibat positif konflik adalah bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok. Namun, konflik juga memiliki akibat negatif yang meliputi
a.      Perpecahan dalam masyarakat
Perpecahan merupakan akibat nyata dari konflik yang terjadi dalam masyarakat. Kerukunan masyarakat akan terganggu akibat konflik yang terjadi. Anggota yang sebelumnya saling bertetangga berubah menjadi tidak saling tegur sapa, saling membenci, saling berprasangka, dan sebagainya. Apabila konflik terjadi di sekolah, hubungan dengan teman putus, suasana belajar tidak nyaman dan tidak tertib.
b.      Kerugian harta benda dan korban manusia
Kehancuran harta benda yang meliputi kerusakan fasilitas umum, rumah pribadi, taman yang rusak adalah akibat dari konflik dalam masyarakat. Selain itu, konflik juga mengakibatkan korban jiwa.
c.       Kehancuran nilai-nilai dan norma sosial yang ada
Nilai-nilai dan norma sosial dapat hancur akibat konflik dalam masyarakat, seperti nilai kasih sayang, kekeluargaan, saling menolong, persaudaraan terganti oleh rasa dendam, curiga, tidak percaya kelompok lain. Aturan-aturan sosial juga dapat berubah seperti larangan bertemu dengan kelompok lain, larangan melakukan kerja sama dengan kelompok lain, dan sebagainya.
d.      Perubahan kepribadian
Kepribadian seseorang dapat berubah akibat konflik, misalnya anak-anak korban konflik akan menjadi pemurung, takut melihat orang lain, dendam. Orang yang terlibat konflik dapat menjadi beringas, pemarah, dan agresif.
Dikutip dari: paket halaman 112-114

B.      Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat.
Setiap masalah yang berpotensi menimbulkan konflik dalam masyarakat yang beragam harus segera diselesaikan sehingga tidak membawa akibat yang merugikan masyarakat. Upaya mengatasi masalah ini dapat dilakukan dengan cara:
a.      Cara preventif, artinya upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah atau sebelum masalah terjadi, seperti:
a)      Mengembangkan sikap toleransi
b)      Kerjasama
c)      Menumbuhkan sikap nasionalisme
b.      Cara represif, adalah upaya mengatasi masalah pada saat atau setelah terjadi masalah, seperti:
a)      Penangkapan
b)      Pembubaran paksa
c.       Cara kuratif, merupakan upaya tindak lanjut atau penanggulangan akibat masalah yang tetrjadi, seperti:
a)      Pendampingan bagi korban kerusuhan
b)      Perdamaian
c)      Kerjasama
Dikutip dari: paket halaman 115 dan lks halaman 125

III.            Penutup
Kesimpulan yang dapat kami ambil bahwa bangsa Indonesia memiliki keberagaman masyarakat yang disebabkan oleh suku,budaya,agama dan keyakinan,ras dan golongan.Keberagaman dalam masyarakat Indonesia dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat apabila tidak dicegah dan diatasi dengan baik.
Masalah yang diakibatkan oleh keberagaman masyarakat antara lain konflik atau pertentangan antarsuku,konflik antaragama,konflik antarras,dan konflik antargolongan.

Konflik tersebut disebabkan oleh faktor yang saling mendukung.Penyebab lain yaitu sikap etnosentrisme terhadap kelompok sendiri,sikap stereotip pada kelompok lain,hubungan antarpemeluk agama yang kurang harmonis,dan hubungan penduduk asli dan penduduk baru yang kurang harmonis.
Konflik dalam masyarakat dapat berakibat negatif.Diantaranya terjadi perpecahan atau disintegrasi masyarakat,kehancuran nilai-nilai dan norma sosial yang ada,kerugian harta benda dan korban manusia,dan perubahan kepribadian.
Upaya untuk mengatasi masalah akibat keberagaman masyarakat Indonesia dapat dilakukan secara prefentif,represif,maupun kuratif.
            Dikutip dari: paket halaman 118-119
IV.            Lampiran-Lampiran
Pertanyaan :
1.      Penyebab konflik dalam masyarakat salah satunya adalah terjadi proses disosiatif.Apa contoh terjadinya proses disosiatif ? (108 paket) {Anggita}
2.      Ketidakharmonisan dapat terjadi dengan diawali rasa ketidakadilan salah satunya dalam keterbatasan komunikasi.Apa yang dimaksud dengan ketidakadilan dalam keterbatasan komunikasi ?Berikan contohnya!(109 paket)  {Anggita}
3.      Bagaimana cara menyelesaikan masalah pertentangan pelajar selain memindahkan sekolah ?(110 paket)  {Anggita}
4.      Cara untuk mengatasi dampak dari masalah yang terjadi salah satunya dengan pendampingan bagi korban kerusuhan.Bagaimana cara tersebut dilakukan ?(115 paket)  {Anggita}
5.      Jika kita merupakan warga pendatang suatu daerah, sudah sepantasnya kita menyesuaikan diri dan mempelajari kebudayaan daerah tersebut agar tidak menimbulkan konflik? Bagaimana jika kebudayaan tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan asal daerah kita?(116 paket)  {Anggita}
6.      Upaya mengatasi konflik antara lain dengan asimilasi. Apa yanng dimaksud dengan asimilasi?(119 paket)  {Anggita}
7.      Upaya mengatasi masalah dapat dilakukan dengan cara preventif, seperti mengembangkan sikap toleransi, kerja sama, dan latihan bersama. Latihan bersama dalam kegiatan apa yang dimaksud pada kalimat tersebut?(paket halaman 115)  {Anggita}
8.      Konflik antargolongan yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan dalam masyarakat. Apa contoh konflik antargolongan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya?(106 paket)  {Dita}
9.      Mengapa pertentangan sekelompok pemudi dalam memperebutkan penumpang termasuk konflik antarsuku? Padahal pada halaman 106 bahwa pekerjaan merupakan konflik antargolongan. (107 paket)  {Dita}
10.  Salah satu akibat yang ditimbulkan dari konflik yaitu perubahan kepribadian misalnya pribadi pemurung. Apa upaya yang dapat dilakukan supaya hal tersebut tidak terjadi?(114 paket)  {Dita}
11.  Chauvinisme adalah semangat nasionalisme yang berlebihan sehingga menganggap rendah bangsa lain. Mengapa bisa terjadi semangat nasionalisme yang berlebihan sehingga memuncukan sikap chauvinisme?(119 lks)  {Dita}
12.  Orang yang sangat dipengaruhi oleh perasaan dan emosinya menjadi tidak rasional (irasional) saat berinteraksi dengan orang lain. Apa yang dimaksud dengan irasional?(119 lks)  {Destyan}
13.  Konflik antara kelas atas dan kelas bawah dapat berupa konflik kolektif dan individual. Apa yang dimaksud konflik kolektif (120 lks) {Destyan}
14.  Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer. Apa yang dimaksud dengan kata nonkomplementer? (121 lks) {Agung}
15.  Kurang mengembangkan konsensus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar. Apa yang dimaksud kata konsensus? (121 lks) {Agung}
16.  Konflik yang terjadi dalam masyarakat merupakan gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Apa yang dimaksud gejala sosial? (112 Paket) {Zeinata}
17.  Orang yang terlibat konflik dapat menjadi beringas ,pemarah ,dan agresif. Apa yang dimaksud beringas dan agresif ? (112 Paket) {Zeinata}
18.  Stereotip yaitu anggapan yang dimiliki terhadap suatu kelompok yang bersifat tidak baik. Stereotip mengakibatkan sikap prasangka terhadap suatu kelompok sesuai dengan anggapan negatif tersebut. Bagaimna cara menghilangkan anggapan negatif dan prasangka buruk dalam suatu kelompok tersebut? (109 lks) {Zeinata}
19.  Etnosentrisme dapat menghadap hubungan antar suku ,proses asimilasi dan integrasi bangsa. Jelaskan yang dimaksud proses asimilasi! (119 lks) {Zeinata}
20.  Dewasa ini, banyak berkembangnya masyarakat madani dan adanya Undang-Undang hak asasi manusia di Indonesia. Pemahaman dan sensivitas anggota masyarakat  terhadap hak asasi manusia dan penegakan hukum semakin meningkat . Apa yang dimaksud masyarakat madani dan sensivitas? (119 lks) {Zeinata}
21.  Salah satu program pembangunan nasional adalah membina kebudayaan nasional harus sesuai norma-norma nasional .Selain itu, ditujukan untuk mencegah tumbuhnya nilai-nilai sosial budaya yang bersifat foedal. Jelaskan yang dimaksud dengan “Nilai sosial budaya yang bersifat foedal”! (128 lks) {Zeinata}
22.  Salah satu peran masyarakat dalam menjaga keberagaman dan keselarasan budaya ialah menyelesain semua konflik dengan cara akomodatif melalui mediasi ,kompromi dan ajudikasi. Apa yang dimaksud akomodatif dan jelaskan cara menyelesaikan konflik dengan cara ajudikasi! (128 lks) {Zeinata}
23.  Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif. Apa yang dimaksud dengan komprehensif? (117 lks) {Wilia}
24.  Stereotip merupakan pandangan-pandangan subjektif dari suatu etnik.Sebutkan Contoh pandangan subjektif! (119 lks) {Wilia}
25.  Konflik merupakan salah satu esensi dari kehidupan apa yang dimaksud dengan esensi? (118 lks) {Wilia}
26.  Pemahaman dan sensivitas anggota masyarakat terhadap hak asasi manusia dan penegakan hukum semakin meningkat. Apa yang dimaksud dengan sensivitas ? (119 lks) {Wilia}



Share: